Gubernur Targetkan Stunting di Jakarta Turun 14 Persen

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026). Foto: BJ

Tajuk.co JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Dinas Kesehatan menurunkan angka stunting Jakarta dari 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan.

“Tadi saya meminta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan supaya dua tahun lagi stunting di Jakarta itu bisa turun menjadi 14 persen,” kata Pramono dalam acara pemberian apresiasi kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Terkait dengan hal itu Gubernur mendorong optimalisasi Smart Posyandu dalam memberikan layanan kesehatan bagi warga Jakarta.

Gubernur mengapresiasi kontribusi besar para kader posyandu dalam meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan warga Jakarta. Peran kader posyandu ini salah satunya terlihat dalam penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta dari 445 menjadi 211.

“Selama ini mereka bertugas bekerja di lapangan yang tentunya telah memberikan kontribusi yang luar biasa, terutama bagi menjaga ibu dan anak sehat di Jakarta dengan berbagai program yang ada,” ujar Pramono.

Selain penurunan jumlah RW kumuh, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta saat ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, yakni 85,05, yang diikuti penurunan angka gini ratio dari 0,441 menjadi 0,435.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung menyampaikan, keberadaan posyandu sangat penting dalam mendukung visi Jakarta menuju kota global.

Berbagai tantangan kesehatan saat ini pun semakin beragam, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan stunting.

“Karena itu, posyandu perlu terus hadir sebagai layanan yang dekat, mudah dijangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ucap Hani.

Hani mendorong agar kapasitas dan peran para kader terus diperkuat. Tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, para kader juga menjadi penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat, termasuk melalui pemantauan tumbuh kembang anak, dukungan terhadap ASI eksklusif, dan imunisasi dengan memanfaatkan Smart Posyandu.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Hani menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat.

“Mari jadikan kolaborasi sebagai kekuatan untuk membangun pelayanan, pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan warga dan mampu menjawab kebutuhan keluarga Jakarta,” ajaknya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan, para kader posyandu dan masyarakat memiliki peran penting dalam sistem kesehatan Jakarta.

“Kami berharap ke depan posyandu akan menjadi bagian penting dari sistem kesehatan Jakarta yang mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus membantu masyarakat, membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih tepat,” tuturnya.

Ia menyampaikan, Dinkes DKI Jakarta telah mengimplementasikan Smart Posyandu dalam layanan Posyandu. Smart Posyandu merupakan transformasi Posyandu bidang kesehatan yang mendorong posyandu lebih terintegrasi berbasis data dan didukung oleh teknologi.

Smart Posyandu tidak hanya berfokus pada penimbangan atau pencatatan balita, tetapi juga memperkuat deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan secara cepat.

Hingga saat ini tercatat telah terbentuk Smart Posyandu sekitar 70,44 persen dari 4.469 Posyandu di Jakarta. Dalam acara ini sekaligus memberikan penghargaan kepada kader berprestasi dalam lomba Posyandu dan kader Posyandu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *