Pengguna Transportasi Umum Jakarta Naik 10,8 Persen, Rute Transjabodetabek Dikaji

Transjakarta

Tajuk.co, JAKARTA — Jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi umum di Jakarta terus meningkat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencatat kenaikan pengguna sebesar 10,8 persen dan mempertimbangkan penambahan rute Transjabodetabek untuk memperkuat konektivitas transportasi di kawasan ibu kota dan sekitarnya.

Pramono menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, penambahan rute menjadi salah satu opsi untuk mempermudah mobilitas masyarakat yang tinggal di Jakarta maupun wilayah penyangga.

Ia menilai peningkatan jumlah penumpang menunjukkan semakin banyak warga yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Karena itu, pengembangan jaringan layanan akan terus dipertimbangkan agar perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien.

Berdasarkan data yang disampaikan Pramono, jumlah pengguna transportasi umum yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, mencapai 368,4 juta pada triwulan III 2026.

Pramono menilai capaian tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya jangkauan konektivitas transportasi publik di Jakarta yang telah mencapai 93 persen. Keterhubungan antarmoda dinilai membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi.

Selain peningkatan jumlah penumpang, sistem transportasi publik Jakarta juga memperoleh pengakuan internasional. Berdasarkan pemeringkatan Time Out 2026, Jakarta berada di posisi ke-15 sebagai kota dengan sistem transportasi umum terbaik di dunia, meningkat dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan layanan transportasi publik di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berupaya mempertahankan tren positif melalui peningkatan konektivitas dan pengembangan jaringan layanan, termasuk kemungkinan membuka rute Transjabodetabek baru.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan penyesuaian tarif Transjakarta mulai 1 Januari 2027. Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut dipertimbangkan karena tarif layanan telah bertahan selama lebih dari dua dekade, sementara beban subsidi pemerintah daerah terus meningkat.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan fasilitas transportasi umum gratis tetap diberikan kepada 21 golongan masyarakat yang memenuhi kriteria.

Dalam rencana penyesuaian tersebut, terdapat enam golongan tambahan yang akan memperoleh fasilitas gratis. Di antaranya adalah masyarakat yang sedang mencari pekerjaan dan pendamping penyandang disabilitas.

Pramono menilai kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan akses transportasi untuk menjalankan aktivitas penting, termasuk mencari pekerjaan. Dengan demikian, penyesuaian tarif diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keterjangkauan layanan bagi kelompok masyarakat tertentu.

Peningkatan jumlah pengguna dan rencana pengembangan rute Transjabodetabek menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik di Jakarta. Konektivitas yang semakin baik diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke angkutan umum sekaligus mendukung mobilitas yang lebih efisien di kawasan metropolitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *