HNW: Pertemuan Koalisi Mekkah dengan Iran Bisa Redakan Ketegangan Kawasan

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Foto: MPR

Tajuk.co JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M. Hidayat Nur Wahid, menyambut baik dan mendukung agenda pertemuan delegasi Koalisi Mekah, yang terdiri atas Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dengan Iran.

Pertemuan yang akan diselenggarakan di Teheran, Iran, itu dijadwalkan dihadiri Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.

HNW, sapaan akrabnya, berharap pertemuan tersebut dapat memberikan dampak positif dalam meredakan ketegangan di kawasan, menghadirkan perdamaian di Timur Tengah, khususnya dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada umumnya, sekaligus mengembalikan fokus bersama pada perjuangan kemerdekaan Palestina dari kejahatan dan penjajahan Israel.

“Dialog Koalisi Mekah dengan Iran tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah diplomatik konstruktif untuk meredakan ketegangan yang meningkat antara kelompok Houthi di Yaman dan pemerintah Arab Saudi, sehingga dapat memulihkan kedaulatan negara-negara anggota OKI dengan dihentikannya peperangan dan serangan yang menyasar warga sipil, termasuk jemaah umrah, serta bersama-sama menjaga kesucian Mekah dan Madinah dari ancaman serangan militer. Dengan demikian, umat Islam, termasuk dari Indonesia, bisa beribadah umrah dan haji dengan tenang,” ujar HNW di Jakarta, Senin (26/10/2026).

HNW menyebutkan bahwa pertemuan ini dapat dimaknai sebagai salah satu tindak lanjut konkret setelah sebelumnya, pada Sabtu (24/10/2026), para menteri luar negeri dari Koalisi Mekah tersebut mengeluarkan pernyataan bersama di Turki bahwa Israel merupakan sumber ketidakstabilan keamanan di kawasan Timur Tengah. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap solusi dua negara untuk kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Pernyataan bersama dan pertemuan Koalisi Mekah dengan Iran itu tentu patut diapresiasi dan didukung, terutama untuk meredakan ketegangan, menghadirkan perdamaian dan kedaulatan, serta menguatkan komitmen negara-negara OKI pada umumnya dan negara-negara Teluk pada khususnya untuk kembali fokus membantu rakyat Palestina dari kejahatan genosida dan penjajahan Israel,” tukasnya.

“Agar negara-negara tersebut juga tidak terjebak pada skenario Israel yang ingin memecah belah dan mengadu domba negara-negara anggota OKI yang sama-sama memiliki sikap dasar menolak kejahatan dan penjajahan Israel serta mendukung kemerdekaan bangsa Palestina,” lanjutnya.

Menurut HNW, upaya memperkuat solidaritas dan kedaulatan negara-negara di Timur Tengah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ketidakstabilan keamanan kawasan akibat tindakan Israel akan lebih positif apabila turut melibatkan OKI. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat bekerja lebih maksimal bersama negara-negara anggotanya untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan yang tercantum dalam piagam pendiriannya.

Sebagai organisasi internasional terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OKI memiliki potensi yang sangat besar untuk memaksimalkan perannya.

“Peran OKI yang utama adalah menjaga kedaulatan dan perdamaian negara-negara anggotanya, serta menghadirkan Palestina merdeka dengan ibu kota di Yerusalem Timur dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsa. Begitulah tujuan awal dibentuknya OKI,” tukasnya.

Selain terkait kemerdekaan Palestina dan kesepakatan Koalisi Mekah bahwa Israel merupakan sumber ketidakstabilan keamanan kawasan, HNW juga mengkritisi serangan berulang kelompok Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi yang berdampak negatif terhadap jemaah umrah dan keamanan kawasan, khususnya dua kota suci, Mekah dan Madinah.

HNW mengingatkan agar keberadaan Mekah dan Madinah sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji dan umrah benar-benar dijaga dan dihormati oleh seluruh umat Islam di dunia tanpa membedakan latar belakang mazhab maupun kelompok. Bahkan, penghormatan terhadap kedua kota suci tersebut dapat dijadikan sebagai sarana diplomasi lunak (soft diplomacy) untuk menghentikan peperangan dan menghadirkan perdamaian.

“Semua negara dan kelompok yang bertikai pasti tidak ingin merugikan dan merusak ibadah haji dan umrah, serta selalu ingin menghormati dan menjaga kesucian dan keamanan Mekah dan Madinah. Pertemuan dengan Iran, yang secara politik memiliki kedekatan dengan kelompok Houthi, diharapkan bisa menghadirkan solusi yang diharapkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut HNW, OKI dengan sekretaris jenderalnya yang baru harus dapat menjadikan persoalan tersebut sebagai program prioritas melalui pendekatan diplomasi lunak.

“Agar semua negara anggota OKI bersama-sama dapat mengakhiri serangan dan peperangan ini, sehingga ibadah haji dan umrah beserta dua kota suci Mekah dan Madinah dapat selalu terjaga dan aman, serta jemaah tidak terhalang melaksanakan ibadah akibat berlanjutnya perang dan adanya serangan terhadap Kota Mekah maupun Madinah,” ujarnya.

Dengan berakhirnya peperangan dan pertikaian tersebut, HNW berharap negara-negara anggota OKI dan seluruh potensi umat Islam dapat kembali fokus menghentikan sumber ketidakstabilan kawasan, termasuk kejahatan kemanusiaan dan genosida yang dilakukan Israel dan para pemukim ilegalnya. Menurutnya, tindakan tersebut tidak lagi hanya menyasar rakyat Jalur Gaza, tetapi juga Palestina secara keseluruhan, serta menimbulkan ancaman serius terhadap eksistensi Masjid Al-Aqsa.

“Jadi, pertemuan Koalisi Mekah bersama Iran ini bisa menjadi pelopor agar OKI dapat memfokuskan negara-negara anggotanya untuk kembali mewujudkan tujuan didirikannya OKI, yakni mempersatukan dan memperkuat kerja sama antarnegara anggota OKI, menyelamatkan Masjid Al-Aqsa, serta menghadirkan kemerdekaan bagi Palestina. Hal-hal tersebut tentunya juga sesuai dengan komitmen Koalisi Mekah dan mitra dialognya hari ini, yakni Iran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *