Tajuk.co, KUPANG — PT Telkom Akses mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk memperbaiki infrastruktur telekomunikasi yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim disiagakan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses komunikasi dan layanan digital di tengah kondisi pascabencana.
Telkom Akses yang merupakan bagian dari TelkomGroup langsung melakukan pemetaan terhadap infrastruktur yang mengalami gangguan setelah gempa terjadi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan pulihnya seluruh konektivitas dan layanan digital yang terdampak dalam waktu tiga hari.
Proses pemulihan dilakukan di sejumlah lokasi dengan kondisi medan yang tidak mudah. Teknisi harus menelusuri titik gangguan, mengecek jaringan, serta melakukan perbaikan di tengah akses lokasi yang terbatas dan potensi bahaya seperti longsor.
Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan konektivitas memiliki peran penting bagi masyarakat dalam situasi bencana, terutama untuk mendukung komunikasi dan berbagai aktivitas selama masa darurat.
“Karena itu, kami memastikan tim di lapangan dapat bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan mendukung masyarakat agar tetap terhubung,” ujar Irphan dalam keterangannya, Senin (31/8).
Menurut Irphan, percepatan pemulihan jaringan didukung kesiapan personel, koordinasi operasional, serta kemampuan teknisi menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Setiap titik gangguan memiliki tantangan berbeda sehingga penanganannya harus dilakukan secara cermat.
Salah satunya terjadi di Ende. Tim harus bekerja di kawasan yang memiliki risiko longsor dan berada tidak jauh dari jurang. Kondisi tersebut membuat proses penarikan serta penyambungan kabel membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Sebelum melakukan pekerjaan, teknisi terlebih dahulu memeriksa kondisi lingkungan dan mengidentifikasi potensi bahaya. Pekerjaan kemudian dilakukan secara bertahap dengan menerapkan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE).
Penggunaan alat pelindung diri, komunikasi antaranggota tim, pemeriksaan lingkungan kerja, serta penerapan prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam proses perbaikan.
Irphan menegaskan keselamatan teknisi tetap menjadi prioritas meskipun pemulihan jaringan dituntut dilakukan secepat mungkin. Kondisi wilayah terdampak bencana dapat berubah sewaktu-waktu sehingga setiap pekerjaan harus mempertimbangkan faktor keamanan.
“Kami mengapresiasi seluruh teknisi yang terus menunjukkan dedikasi untuk hadir di tengah masyarakat NTT. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga membawa misi untuk memastikan konektivitas dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat,” kata Irphan.
Ia menambahkan, para teknisi juga diminta tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana.
“Namun, yang tidak kalah penting, seluruh teknisi harus tetap mengutamakan keselamatan dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat,” ujarnya.












