Real Madrid Tolak Bantuan La Liga Terkait Insiden Mbappé

Meme Mbappe yang menjadi menimbulkan polemik. Foto: tribuna

Tajuk.co MADRID – Surat kabar Prancis, L’Équipe melaporkan, La Liga menawarkan bantuan kepada Real Madrid untuk mengatasi dampak dari situasi Kylian Mbappé, namun Real Madrid menolaknya.

Menurut laporan tersebut, La Liga telah memperingatkan Real Madrid sehari sebelumnya kontroversi tersebut akan segera muncul dan siap membantu klub Madrid itu menyelesaikannya. Namun, karena buruknya hubungan kedua belah pihak, Real Madrid dengan tegas menolak bantuan La Liga.

Meskipun kontrak klub dengan perusahaan swasta asal Tiongkok tidak terdampak, klub tersebut pasti akan menghadapi konsekuensi, terutama pada penjualan jersey di pasar Tiongkok, mengingat nama dan nomor punggung Mbappé sebelumnya merupakan yang paling populer di sana.

Di balik layar, beberapa eksekutif Real Madrid bahkan menganggap situasi tersebut cukup menghibur dan penasaran melihat bagaimana Javier Tebas, Presiden La Liga akan menanganinya. Sebaliknya, kubu Mbappé sama sekali tidak tertawa karena mereka menerima panggilan telepon tanpa henti pada hari Selasa.

Sementara itu, Presiden Real Madrid, Florentino Pérez Rodríguez, memantau perkembangan situasi ini dengan cermat. Di Prancis, telepon berdering terus-menerus, mulai dari Federasi Sepak Bola Prancis hingga lingkaran diplomatik. Federasi Sepak Bola Prancis menyatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan secara dekat dan menekankan “kontrak saat ini dengan mitra-mitra Tiongkok melibatkan seluruh tim nasional Prancis.”

Polemik bermula dari komentar sang pemain yang dianggap menyinggung terkait isu sensitif di China (serta peredaran meme satir yang memuat wajahnya dengan tokoh sejarah Mao Zedong).

Akibat insiden tersebut, masalah ini berkembang menjadi krisis komersial dan diplomatik.

Sejumlah perusahaan besar di China memutuskan kontrak sponsor atau memboikot kerja sama dengan Mbappé. Penayangan pertandingan La Liga di China sempat terancam atau dihentikan sementara, yang berpotensi merugikan aspek finansial dan penjualan merchandise klub.

Hal ini memicu kepanikan dan panggilan telepon bertubi-tubi dari berbagai pihak (mulai dari federasi sepak bola hingga lingkaran diplomatik) karena dikhawatirkan berdampak luas terhadap citra kompetisi dan mitra-mitra komersial.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *