Trump Klaim Rencana Pembicaraan Baru Dengan Iran

Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto. Foto: setneg

Tajuk.co WSHINGTON –  Presiden AS Donald Trump mengklaim, pembicaraan baru dengan Iran akan dimulai Senin (3/8/2026). Pertanyataan itu keluar setelah ia membatalkan apa yang disebut sebagai serangan “besar-besaran” terhadap negara tersebut.

“Mereka mengetahui besarnya serangan itu karena mereka melihatnya sedang dipersiapkan,” katanya kepada para wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu. “Kami berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Ini dimulai besok sore,” kata seperti dikutip BBC.

Dalam unggahan sebelumnya di Truth Social, Trump mengatakan ia diminta Iran dan sekutu AS di Timur Tengah untuk “menahan diri” dari serangan apa pun karena “batasan-batasan” dari sebuah kesepakatan telah disetujui.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, tidak ada rencana untuk menerima delegasi AS atau mengirim utusan Iran ke Washington. Pembicaraan sebelumnya telah difasilitasi melalui mediator.

Presiden AS tersebut telah berulang kali berjanji bahwa akhir dari perang yang dinegosiasikan sudah dekat, hanya untuk kemudian menyaksikan serangan berantai berlanjut kembali.

Dalam keterangannya di Air Force One, Trump menolak menentukan tenggat waktu dicapainya kesepakatan dengan Teheran, seraya menambahkan: “Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. Kami siap bertindak kapan saja kami mau… Saya tidak ingin membunuh orang.”

Trump menambahkan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman — serta mitra-mitra AS seperti Uni Emirat Arab dan Qatar — telah mendesaknya untuk tidak melakukan serangan selama akhir pekan.

“Kami sudah siap bertindak,” kata Trump. “Alasan mereka meminta adalah [karena] mereka pikir ada kesepakatan,” katanya. “Ada kesepakatan mengenai Hormuz, dan akan ada kesepakatan mengenai nuklir.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *