Trump Sebut Akan Dukung Larangan Ekspor Minyak Diesel

New Mexico, USA. May 14, 2019. Old-fashioned fuel pumps at gas station next to historic route 66. Building with logo background.

Tajuk.co NEW YORK – Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mendukung usulan untuk menghentikan ekspor diesel Amerika sebagai upaya meredakan lonjakan harga bagi para pengemudi di SPBU.

Komentarnya muncul setelah para politisi Partai Republik menekan sang presiden menjelang pemilu sela (mid-term elections) bulan November mendatang untuk membatasi ekspor, seiring melonjaknya harga diesel hingga mencapai rekor tertinggi di AS.

Berbicara di sela-sela Majelis Umum PBB, Trump mengisyaratkan bahwa mempertahankan pasokan domestik di dalam negeri AS juga dapat membantu menurunkan harga bensin secara umum.

“Saya juga telah menyuarakan hal itu. Saya katakan jangan mengekspor diesel kita. Kita memproduksi banyak diesel. Langkah itu dapat memberikan sedikit dampak pada harga bensin mobil biasa,” ujarnya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi, para pejabat sedang mengkaji “apakah larangan penuh atau sebagian dapat efektif” tanpa mengganggu kapasitas kilang minyak.

Rata-rata harga diesel secara nasional melampaui $6,50 (£4,87) atau Rp 114.400 per gallon (1 galon = 3,785 liter) pada hari Selasa. Menurut data American Automobile Association, harga itu merupakan rekor tertinggi baru.

Konflik di Timur Tengah telah membatasi pasokan minyak global, memberikan tekanan pada harga di SPBU.

Lonjakan biaya diesel telah memicu urgensi politik menjelang pemilu sela yang krusial pada 3 November, dengan beberapa politisi Republik mendesak pemerintah membatasi ekspor bahan bakar demi meringankan beban finansial para pemilih.

Anggota DPR AS Ashley Hinson, seorang politisi Republik yang mencalonkan diri untuk Senat di Iowa, menyatakan pada hari Senin, konsumen di negaranya “sedang terhimpit dan tidak seharusnya menanggung biaya tinggi di SPBU.”

Di Alaska pada hari Selasa, Senator Dan Sullivan juga mengimbau adanya “jeda sementara pada ekspor diesel dan bahan bakar Amerika” untuk membangun kembali cadangan domestik.

Menambah volatilitas pasar global, serangan Ukraine yang menargetkan fasilitas energi Rusia telah merusak kapasitas kilang negara tersebut.

“Ini adalah pukulan telak bagi Rusia,” kata Trump saat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Selasa. “Ini juga berdampak serius pada harga diesel.”

Meskipun pembatasan ekspor AS dapat memberikan kelonggaran jangka pendek bagi para pengemudi di Amerika, larangan tersebut berisiko mendorong kenaikan harga secara internasional.

AS mengekspor sekitar 1,3 juta barel diesel per hari—hampir seperempat dari total hasil kilangnya.

Menghentikan pengiriman ini dapat memberikan tekanan pada pasokan bagi sekutu-sekutu Barat, termasuk Inggris dan Belanda, yang mengandalkan bahan bakar Amerika untuk menutupi defisit akibat sanksi terhadap energi Rusia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *