Tajuk.co, Gresik — PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan Smelter Manyar di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, kembali memproduksi katoda tembaga mulai September 2026.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan pengoperasian smelter tersebut kembali berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Produksi akan dilakukan secara bertahap dan belum langsung mencapai kapasitas penuh.
“Smelter nanti mulai bulan September sudah mulai akan produksi lagi. Smelter Manyar akan mulai produksi copper (tembaga) katoda. Sesuai jadwal,” kata Tony di Jakarta, Jumat (7/8).
Untuk mendukung proses produksi, pasokan konsentrat tembaga dari Papua saat ini dikirim secara bertahap menuju fasilitas pengolahan di Gresik. Konsentrat tersebut akan dikumpulkan terlebih dahulu hingga mencukupi kebutuhan sebelum diproses melalui tungku atau furnace.
Pada tahap awal, tingkat operasional smelter diperkirakan masih berada di bawah 30 persen. Kapasitas produksi kemudian akan dinaikkan secara bertahap hingga ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir 2027.
Smelter Manyar merupakan salah satu proyek hilirisasi mineral berskala besar dengan nilai investasi sekitar US$3,7 miliar atau setara Rp58 triliun. Fasilitas tersebut memiliki kemampuan mengolah hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Selain itu, smelter dilengkapi fasilitas Precious Metal Refinery berkapasitas 6.000 ton per tahun yang digunakan untuk mengekstraksi emas, perak, serta mineral ikutan lainnya.
Operasional Smelter Manyar sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat kebakaran pada unit Gas Cleaning Plant pada Oktober 2024. Setelah perbaikan, fasilitas kembali beroperasi pada Mei 2025.
Namun, pasokan konsentrat kembali terganggu setelah terjadi longsor di area tambang Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025. Kondisi tersebut menyebabkan pengiriman konsentrat ke smelter terhenti.
PTFI kemudian hanya mengandalkan sisa konsentrat yang tersedia di gudang hingga akhirnya Smelter Manyar berhenti beroperasi sepenuhnya sejak Desember 2025.












