Tajuk.co, JAKARTA — Asuransi kendaraan listrik (EV) berpotensi memiliki premi lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Salah satu penyebabnya adalah biaya perbaikan dan harga komponen kendaraan listrik yang masih relatif mahal.
PT Asuransi Astra Buana atau Garda Oto menjelaskan terdapat setidaknya dua faktor utama yang memengaruhi risiko dan biaya asuransi kendaraan listrik.
Chief Technical Officer Asuransi Astra Mulia K.B. Siregar mengatakan faktor pertama berkaitan dengan jasa pengerjaan kendaraan. Biaya pengerjaan mobil listrik dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau combustion engine.
“EV itu ada, setidaknya ada dua faktor. Satu, dari jasanya, jasa pengerjaannya itu relatif lebih mahal daripada mobil combustion engine,” ujar Mulia dalam Media Conference “Transformation Beyond The Screen”, Jumat (11/9/2026).
Faktor kedua berasal dari komponen atau suku cadang. Harga sejumlah parts kendaraan listrik saat ini masih lebih tinggi dibandingkan komponen kendaraan konvensional.
“Yang kedua, dari parts-nya. Parts-nya sendiri pun lebih mahal daripada combustion engine,” kata Mulia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian perusahaan asuransi seiring dengan semakin berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia. Asuransi Astra menyebut lini bisnis kendaraan bermotor, termasuk Garda Oto, masih menjadi salah satu penopang utama kinerja bisnis retail perusahaan hingga semester pertama 2026.
Menghadapi perkembangan kendaraan listrik, Asuransi Astra kini melakukan sejumlah penyesuaian dan kajian internal untuk memahami profil risiko kendaraan listrik.
Kajian tersebut diperlukan untuk menentukan tarif premi yang dinilai sesuai dengan tingkat risiko sekaligus tetap seimbang bagi pengguna kendaraan listrik.
Asuransi Astra juga menilai risiko kendaraan listrik tidak bisa disamaratakan berdasarkan jenis kendaraan saja. Karakteristik kendaraan dan profil risiko masing-masing produsen atau merek dapat berbeda.
Karena itu, penentuan tarif premi membutuhkan analisis dan basis data yang memadai agar perusahaan asuransi dapat menetapkan harga berdasarkan risiko secara lebih akurat.
“Studi kita sementara ini bahwa beda merek bisa beda risiko,” ujar Mulia.
Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di jalan, pemetaan risiko menjadi bagian penting bagi industri asuransi. Perkembangan data mengenai biaya perbaikan, suku cadang, serta karakteristik masing-masing kendaraan akan menjadi pertimbangan dalam menentukan prem












