Tajuk.co, JAKARTA – Maroko kembali membuktikan bahwa pencapaian sensasional mereka di Piala Dunia 2022 bukan sekadar kebetulan. Setelah mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menembus semifinal empat tahun lalu, kini Singa Atlas kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Performa impresif Maroko di Piala Dunia 2026 menjadi jawaban atas berbagai keraguan yang sempat muncul setelah keberhasilan mereka di Qatar. Banyak pihak sebelumnya menilai pencapaian tersebut hanya fenomena sesaat. Namun, perjalanan mereka kali ini membuktikan bahwa Maroko telah bertransformasi menjadi tim yang mampu bersaing secara konsisten dengan negara-negara elite dunia.
Pada Piala Dunia 2022, Maroko mengejutkan publik dengan menaklukkan Belgia di fase grup, menyingkirkan Spanyol melalui drama adu penalti di babak 16 besar, kemudian mengalahkan Portugal di perempat final sebelum akhirnya dihentikan Prancis di semifinal. Prestasi itu menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Afrika sekaligus mengangkat reputasi Maroko di panggung internasional.
Memasuki Piala Dunia 2026, Maroko datang dengan wajah baru di bawah kepemimpinan pelatih Muhammad Wahbi. Meski terjadi pergantian pelatih, identitas permainan Singa Atlas tetap terjaga.
Mereka masih mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, transisi cepat saat menyerang, serta kreativitas lini tengah yang menjadi kekuatan utama dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan tersebut membuat Maroko tampil stabil sejak fase grup hingga babak gugur.
Langkah Maroko menuju perempat final tidak diraih dengan mudah. Setelah lebih dahulu menyingkirkan Belanda di fase gugur, mereka harus menghadapi tuan rumah Kanada yang tampil penuh percaya diri.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Kanada langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Jonathan David membuka ancaman pertama melalui tendangan dari sudut sempit yang masih mampu digagalkan penjaga gawang Yassine Bounou atau Bono.
Beberapa menit kemudian, peluang emas kembali diperoleh Kanada melalui Tani Oluwaseyi. Namun lagi-lagi Bono menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan melakukan penyelamatan krusial.
Situasi semakin sulit bagi Maroko ketika Ismail Saibari mengalami cedera pada menit ke-22 dan terpaksa meninggalkan lapangan. Kehilangan salah satu motor permainan lini tengah sempat mengganggu ritme tim.
Namun keputusan Muhammad Wahbi memasukkan Sofyan Rahimi terbukti menjadi titik balik. Kehadiran Rahimi memberikan energi baru sehingga Maroko perlahan mampu keluar dari tekanan Kanada menjelang turun minum.
Selepas jeda, wajah Maroko berubah total. Mereka tampil lebih berani menguasai bola dan mulai mendikte jalannya pertandingan. Gol pembuka lahir pada awal babak kedua melalui Azzedine Ounahi. Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi Achraf Hakimi, Ounahi menyambut umpan pendek dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tendangan akurat ke sudut gawang Kanada.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan secara signifikan. Maroko semakin percaya diri mengontrol lini tengah, sementara Kanada kehilangan ritme permainan. Memasuki menit ke-82, Ounahi kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang Brahim Díaz. Gol keduanya praktis meruntuhkan mental para pemain Kanada.
Tidak berhenti sampai di situ, Sofyan Rahimi melengkapi kemenangan Maroko melalui gol ketiga menjelang laga berakhir. Skor 3-0 memastikan Singa Atlas menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Penampilan gemilang Azzedine Ounahi kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Gelandang kreatif tersebut memang telah mencuri perhatian sejak Piala Dunia 2022 berkat visi bermain, kemampuan melewati tekanan lawan, serta kecerdasannya membaca ruang.
Karier Ounahi juga terus berkembang. Setelah memperkuat Olympique Marseille dan menjalani masa peminjaman di Panathinaikos, ia kini membela Girona FC di kompetisi La Liga. Pengalaman bermain di liga elite Eropa membuat kualitas permainannya semakin matang dan lengkap sebagai gelandang modern.
Keberhasilan lolos ke babak delapan besar semakin mempertegas dominasi Maroko sebagai wakil Afrika paling sukses di fase gugur Piala Dunia.
Data menunjukkan kemenangan atas Kanada membuat Maroko mengoleksi empat kemenangan di babak knockout Piala Dunia, jumlah yang menyamai total kemenangan gabungan seluruh negara Afrika lainnya seperti Kamerun, Nigeria, Senegal, Ghana, hingga Aljazair. Statistik tersebut menunjukkan betapa besarnya kontribusi generasi emas Maroko terhadap perkembangan sepak bola Afrika di level internasional.
Keberhasilan tersebut juga tidak datang secara instan. Investasi besar dalam pembinaan pemain muda, pembangunan fasilitas sepak bola modern, serta keberhasilan memadukan pemain lokal dengan diaspora Eropa menjadi fondasi utama kebangkitan sepak bola Maroko.
Peringkat FIFA yang menempatkan Maroko di posisi ketujuh dunia menjadi bukti bahwa pencapaian mereka bukan lagi hasil dari satu turnamen semata, melainkan buah konsistensi dalam berbagai kompetisi internasional.
Perjalanan Maroko belum selesai. Di babak perempat final, Singa Atlas akan kembali berhadapan dengan Prancis, lawan yang menghentikan langkah mereka di semifinal Piala Dunia 2022.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Maroko untuk membalas kekalahan sekaligus mencatat sejarah baru. Dengan organisasi permainan yang solid, lini tengah yang kreatif, kualitas individu para pemain, serta kepemimpinan Muhammad Wahbi, Maroko kini layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat yang mampu melangkah hingga babak akhir Piala Dunia 2026.












