Tajuk.co, BANJARMASIN — Pemilik KMP Virgo Transport 8 menyatakan akan memenuhi hak para korban kecelakaan kapal yang terjadi di perairan Masalembo, Laut Jawa. Pemilik kapal juga menyiapkan bantuan bagi korban yang membutuhkan dukungan untuk kembali ke daerah asal.
Juru Bicara pemilik KMP Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki, mengatakan pihak perusahaan telah mengambil sejumlah langkah sejak hari pertama kecelakaan. Menurut dia, tanggung jawab tersebut tidak sebatas pernyataan, tetapi telah dilakukan melalui penanganan kebutuhan korban.
“Bukan pernyataan saja kami, tapi aksi yang sudah kami lakukan dari awal sampai dengan saat ini,” ujar Simson di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9), dikutip dari Antara.
Simson juga memberikan penjelasan terkait informasi mengenai korban selamat yang disebut dikeluarkan dari hotel di Banjarmasin.
Ia mengatakan para korban tidak dikeluarkan secara sepihak. Sebagian korban justru difasilitasi untuk kembali ke daerah asal karena merasa tidak nyaman dan ingin segera bertemu keluarga setelah mengalami trauma akibat kecelakaan kapal.
Sejak awal, pemilik kapal disebut telah menawarkan fasilitas kepulangan menggunakan transportasi laut. Namun, sejumlah korban menolak karena masih mengalami trauma untuk kembali menggunakan kapal.
“Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut,” kata Simson.
Karena itu, perusahaan memberikan dukungan tambahan agar korban dapat melakukan perjalanan pulang melalui pilihan transportasi yang mereka inginkan.
Soal kabar adanya tali asih sebesar Rp500 ribu, Simson menegaskan nominal tersebut belum menjadi angka resmi yang ditetapkan pemilik kapal.
Menurut dia, perusahaan masih melakukan penghitungan terhadap kebutuhan korban dan kemampuan perusahaan sebelum menentukan besaran bantuan.
“Dari pihak kami juga sudah siapkan lagi tali asihnya yang angkanya segera akan kami rilis, karena kami masih berhitung semuanya,” ujarnya.
Adapun bantuan sementara untuk korban yang membutuhkan biaya kepulangan dari Banjarmasin disebut berasal dari Gubernur Kalimantan Selatan. Sementara itu, pemilik kapal masih menyiapkan bantuan tambahan.
Simson memastikan korban yang sudah meninggalkan Banjarmasin tetap masuk dalam pendataan perusahaan. Pihaknya juga telah meminta nomor rekening korban untuk proses pemenuhan hak masing-masing.
“Yang sudah pulang kami sudah catat, sudah data, dan sudah kami mintakan nomor rekening masing-masing untuk kami selesaikan, untuk mereka punya hak,” katanya.
Untuk keluarga korban yang masih berada di Banjarmasin, pemilik kapal menyatakan tetap membantu kebutuhan konsumsi dan akomodasi. Perusahaan juga berkoordinasi dengan Pelindo mengenai tempat yang dapat digunakan keluarga korban yang masih berada di kawasan Pelabuhan Trisakti.
Sementara itu, Simson membantah surat yang beredar mengenai pemberian tali asih dengan nominal tertentu beserta sejumlah persyaratan dan dibubuhi meterai Rp10.000. Ia menyebut surat tersebut tidak benar atau hoaks.
KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang.
Kapal tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum kehilangan kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Berdasarkan data Basarnas hingga hari kelima operasi SAR pada Kamis (17/9) pukul 22.00 WITA, sebanyak 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan jumlah tersebut, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KMP Virgo Transport 8.












