Setelah Tujuh Dekade Swiss Ukir Sejarah Piala Dunia

Pertama Kali Lolos Perempat Final

Ruben Vargas menentu kemenangan Swiss atas Kolombia. Foto: fifa

Tajuk.co VANCOUVER –Swiss akan menghadapi Argentina di babak delapan besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti menyusul hasil imbang tanpa gol di Vancouver.

Tajuk.co Vancouver – Kolombia harus memupus harapan maju ke perempat final Piala Dunia 2026. Drama adu penalti saat menghadapi Swiss di babak 16 besar, membuat La Tricolor (Tiga Warna) harus pulang lebih cepat.

Gol Ruben Vargas bukan saja menjadi penentu kemenangan, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi sepakbola Swiss, karena untuk pertama kalinya dalam tujuh dekade terakhir Swiss lolos sampai babak perempat final Piala dunia.

Negeri Palang Merah itu menang 4-3 dalam drama adu penalti. Dari lima eksekutor Swiss, empat di antaranya mempu menjebol gawang Kolombia. Hanya satu yang gagal, yakni Manuel Akanji. Tendangan pemain Manchester City itu melambung di atas mistar gawang.

Sementara itu  dua dari lima eksekutor Kolombia, Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez dari Kolombia gagal melakukan eksekusi. Sehingga kedudukan 4-3 untuk Swiss.

Swiss yang diasuh Murat Yakin sempat diliputi kekhawatiran pertandingan. Johan Manzambi, bintang yang bersinar di tim tersebut, absen karena cedera lutut. Absennya penyerang lincah itu sangat terasa.

Babak pertama Kolombia sejati mendominasi serangan. Namun serangan yang dilakukan tanpa menciptakan peluang yang jelas. Upaya terbaik mereka datang dari tendangan melengkung Gustavo Puerta dari luar kotak penalti, yang memaksa kiper impresif Gregor Kobel melakukan penyelamatan akrobatik.

Peluang mencetak gol yang jelas sangat jarang, dan itu membuat para penggemar Kolombia semakin frustrasi. Di sisi lain, satu-satunya penyelamatan yang dilakukan Camilo Vargas adalah ketika pemain sayap Swiss, Fabian Rieder, melepaskan tendangan voli kaki kiri yang berhasil digagalkan untuk jadi gol.

Babak tambahan menawarkan lebih banyak keseruan. Salah satunya sundulan Jhon Lucumi dari Kolombia membentur mistar gawang. Juga ada peluang dari pemain pengganti Swiss, Zeki Amdouni, memaksa Vargas melakukan penyelamatan, dan tendangan Jaminton Campaz yang melambung tinggi dengan kesempatan mencetak gol sangat besar.

Hingga akhirnya adu penalti diperlukan untuk menentukan hasil pertandingan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *