Tajuk.co HANOI – Vietnam mempertahankan gelar juara Asia Tenggara setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand pada leg kedua final ASEAN Hyundai Cup™ 2026 di Hanoi. Hasil tersebut membuat tim asuhan Kim Sang-sik menang dengan agregat 4-2.
Gol bunuh diri kiper Thailand, Chatchai Bootprom, pada menit ke-52 praktis memastikan Vietnam mempertahankan gelar sekaligus membawa pulang hadiah sebesar US$500.000 setara Rp 850 miliar. Ini menjadi pertama kalinya Vietnam berhasil mempertahankan gelar ASEAN Hyundai Cup™, setelah sebelumnya menjadi juara pada 2008, 2018, dan 2024.
Thailand, yang tertinggal 2-0 dari leg pertama, sempat mendapat harapan ketika Yotsakon Burapha mencetak gol pada menit ke-12. Namun, kegagalan Kakana Khamyok mengeksekusi penalti pada menit ke-49 dan gol bunuh diri Chatchai menjadi momen penting yang menentukan hasil pertandingan, meski Wanchai Jarunongkran sempat mencetak gol pada menit ke-84.
Gol bunuh diri Wanchai pada masa injury time akhirnya mengakhiri harapan Thailand untuk mencetak gol tambahan dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Thailand membutuhkan gol cepat untuk mengejar ketertinggalan dan Yotsakon berhasil mewujudkannya. Gol tersebut menjadi gol ketiganya di turnamen.
Waris Choolthong mengirim umpan silang dari sisi kanan yang kemudian diteruskan Seksan Ratree dari dalam kotak penalti. Bola jatuh ke kaki Yotsakon yang berdiri tanpa kawalan. Ia langsung melepaskan tembakan keras dan berhasil menaklukan kiper Vietnam, Patrik Lê Giang, di sisi kanannya.
Lima menit kemudian, Seksan hampir menambah keunggulan Thailand, tetapi tembakannya dari jarak jauh melebar. Di sisi lain, Nguyễn Đình Bắc juga membuat kiper Thailand, Chatchai, harus bekerja keras.
Seksan terus menjadi salah satu pemain paling aktif dalam upaya Thailand mencari gol penyama. Gelandang Port FC itu kembali mendapat peluang melalui tendangan voli dari sekitar 20 meter, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Vietnam hampir menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Phan Tuấn Tài, yang masuk pada menit kesembilan menggantikan Nguyễn Văn Vĩ yang mengalami cedera hamstring, mengirim umpan silang melengkung ke tiang jauh. Nguyễn Xuân Son menyambutnya dengan sundulan, tetapi bola justru membentur tiang.
Setelah Kakana sempat melepaskan tembakan yang mengenai sisi luar jaring pada akhir babak pertama, Thailand kembali tampil menyerang setelah jeda dan seharusnya bisa mencetak gol kedua.
Pada menit ke-49, Kakana berhasil melewati Phạm Xuân Mạnh. Namun, pemain Vietnam tersebut menjatuhkannya di dalam kotak penalti sehingga wasit Ahmed Eisa Darwish menunjuk titik putih. Sayangnya, Kakana gagal memanfaatkan kesempatan tersebut karena tendangan penaltinya melambung jauh di atas mistar.
Tiga menit kemudian, Vietnam menghukum Thailand atas kegagalan tersebut. Umpan Tuấn Tài menemukan Đỗ Hoàng Hên yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Tembakan pertamanya membentur tiang dan bola kemudian bergulir di sepanjang garis gawang sebelum mengenai tumit Chatchai dan masuk ke dalam gawang.
Thailand hampir kembali kebobolan pada menit ke-70. Nguyễn Hai Long berhasil menciptakan ruang untuk melepaskan tembakan, tetapi bola hanya membentur tiang kanan Chatchai dan memantul keluar.
Thailand yang merupakan tujuh kali juara ASEAN kembali mendapat harapan enam menit sebelum pertandingan berakhir. Pertahanan Vietnam gagal mengamankan umpan silang Waris dari sisi kanan, sehingga Wanchai mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan mendatar yang berhasil melewati Patrik.
Namun, pada detik-detik terakhir pertandingan, Wanchai justru mencetak gol bunuh diri. Gol tersebut memastikan Vietnam mempertahankan gelar dan disambut sorak sorai para pendukung tuan rumah.












