City Datangkan Ayyoub Bouaddi dari Lille dengan Nilai Transfer Rp 1,9 Triliun

Ayyoub Bouaddi kini berseragam Manchester City. Foto: city

Tajuk.co MANCHESTER – Manchester City dengan senang hati mengumumkan perekrutan pemain internasional Maroko, Ayyoub Bouaddi, dengan kontrak berdurasi lima tahun, dengan ketentuan menunggu izin internasional.

The Sunday Guardian menyebut, nilai transfer Bouddy mencapai Biaya  €100 juta atau setara Rp 2.066 tri;iun (kurs Rp 20.066/euro). Rinciannya nilai transferutama (Base Fee) €95 juta atau Rp  Rp1,96 triliun plus bonus tambahan (Add-ons): €5 juta (Rp103 miliar).

Transfer ini menjadikan gelandang berusia 18 tahun asal Maroko tersebut sebagai pemain remaja (teenager) termahal dalam sejarah Liga Primer Inggris, memecahkan rekor kepindahan Leny Yoro dari Lille ke Manchester United pada 2024. Bouaddi menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama Manchester City hingga 2031

Bouaddi bergabung sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia sepak bola, setelah mencatatkan 96 penampilan untuk Lille dan mengoleksi delapan penampilan di tingkat internasional.Ia menjalani debut seniornya bersama klub Ligue 1 tersebut di ajang UEFA Conference League hanya tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-16, sebelum kemudian mengukuhkan posisinya sebagai pemain reguler dalam tim selama dua musim berikutnya.

Bouaddi pernah mewakili Prancis di tingkat junior dan U-21 sebelum beralih membela Maroko—negara asal orang tuanya—dan tampil gemilang bersama Atlas Lions di Piala Dunia musim panas lalu.

Gelandang elegan yang piawai mengolah bola ini kini memulai babak baru bersama City dan sangat antusias menyambut tantangan baru tersebut.

Saat bergabung dengan Manchester City, Bouaddi berkata: “Ini adalah hari yang sangat istimewa bagi saya dan keluarga saya.”

Menurut Bouddy, Manchester City adalah klub terbaik di dunia. “Sungguh sebuah impian bisa berada di sini dan menyebut diri saya sebagai pemain City. Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya dengan bekerja keras untuk menjadi pemain terbaik dan mencapai puncak karier di dunia sepak bola,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, sudah lama mengikuti kiprah City dan ia menyukai gaya permainan City, yang selalu berusaha menampilkan permainan sepak bola berkualitas.

“Mereka juga telah membuktikan diri sebagai pemenang—klub ini terasa memang dibangun untuk meraih kemenangan. Skuadnya berkelas dunia dan Enzo adalah manajer hebat. Saya sangat antusias untuk bermain di Stadion Etihad di hadapan para penggemar,” imbuh dia.

Bouddi mengaku, masih banyak hal yang perlu ia tingkatkan. “Usia saya baru 18 tahun. Saya senang dengan perkembangan yang telah saya capai sejauh ini, namun saya juga sadar bahwa kemampuan saya masih bisa jauh lebih baik lagi. Tak diragukan lagi, ini adalah tempat terbaik bagi saya untuk mewujudkan hal tersebu,” sebutnya.

“Klub ini menuntut raihan trofi, dan saya akan mengerahkan segalanya untuk memastikan kita mampu bersaing memperebutkan setiap gelar juara.”

Direktur Sepak Bola City Hugo Viana menyatakan, potensi Ayyoub sangat besar. Dia adalah pemain yang memiliki segala atribut yang dibutuhkan oleh seorang gelandang papan atas.

“Di usia yang baru 18 tahun, ia sudah menunjukkan kecerdasan sepak bola yang luar biasa, dan kemampuan itu akan semakin berkembang. Kami telah memantaunya dengan sangat saksama, dan melalui proses tersebut, kami semakin yakin bahwa ia adalah talenta hebat yang akan berkembang pesat di City,” ugkap Enzo.

“Kami sangat senang ia telah bergabung dengan kami, dan tugas kami sekarang adalah memastikan ia mendapatkan segala hal yang dibutuhkannya untuk memaksimalkan potensinya.”

Seluruh keluarga besar Manchester City mengucapkan selamat datang kepada Ayyoub di klub ini dan mendoakan yang terbaik baginya selama berkarier di sini.

Calon Bintang Masa Depan

Banyak ahli menyoroti Bouaddi sebagai pemain yang patut diperhatikan di Piala Dunia bahkan sebelum turnamen dimulai. Ia tidak mengecewakan, ia langsung menunjukkan kualitasnya sejak laga pembuka yang menantang melawan Brasil.

Penampilannya yang penuh percaya diri dan tenang di posisi gelandang bertahan memungkinkannya untuk sering menguasai bola dan mengatur jalannya pertandingan saat menghadapi trio berpengalaman Selecao: Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta.

Ia menjadi motor penggerak performa dominan Maroko, yang mencatatkan penguasaan bola hampir 70 persen di babak pertama. Bouaddi sendiri mencatatkan tingkat keberhasilan operan sebesar 91 persen, termasuk keberhasilan menyelesaikan seluruh 16 operan di sepertiga akhir lapangan, serta melakukan enam kali perebutan kembali bola, lima intersep, dan memenangkan sembilan duel.

Remaja ini mempertahankan performa gemilang tersebut sepanjang sisa turnamen, membantu Maroko melaju hingga perempat final sebelum akhirnya tersingkir oleh Prancis.

Meski momen tersebut memperkenalkan Bouaddi kepada barisan penggemar baru, banyak pihak yang telah menyaksikan kualitasnya saat di Lille dan antusias dengan potensi besarnya.

Dengan gaya permainan yang berorientasi ke depan serta penguasaan bola yang kuat, ia mencuri perhatian sebagai bintang terbaru yang lahir dari salah satu akademi terkemuka Eropa milik Lille.

Setelah menembus tim utama pada usia 16 tahun, ia menjadi sosok kunci di lini tengah klub Prancis tersebut dan turut membantu mereka finis di peringkat ketiga serta kembali berlaga di Liga Champions musim lalu.

Kini, dengan kepindahannya ke City serta bimbingan dari Maresca dan jajaran pelatihnya, ia bertekad untuk membawa permainannya ke level yang jauh lebih tinggi.

Statistik Per Musim

Lille

2023/24 – 18 penampilan

2024/25 – 36 penampilan

2025/26 – 42 penampilan

Maroko

2025/26 – 8 penampilan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *