Tajuk.co, JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendukung penuh pembangunan jaringan air bersih di Ibu Kota. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan secara tertib, tepat waktu, dan tidak mengabaikan keselamatan maupun kenyamanan masyarakat.
Menurut Suhud, berbagai keluhan warga yang muncul selama pelaksanaan proyek harus segera menjadi perhatian pemerintah dan pelaksana pekerjaan. Mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga penyempitan badan jalan dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Keselamatan warga jadi prioritas.”
Suhud menegaskan, pembangunan jaringan air bersih merupakan proyek yang sangat penting karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Meski demikian, pelaksanaannya harus meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas warga.
“Pembangunan air bersih tentu kita dukung karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak di lapangan agar warga tidak terus-menerus dirugikan,” ujar Suhud, Jumat (3/7).
Ia juga meminta pemerintah bersama pelaksana proyek memberikan kepastian mengenai target penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, proyek yang berlangsung terlalu lama hanya akan memperbesar dampak bagi masyarakat, terutama pengguna jalan dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Harus ada kejelasan target penyelesaian dan pekerjaan dipercepat semaksimal mungkin. Jangan sampai proyek berkepanjangan dan menimbulkan keluhan yang terus berulang,” katanya.
Selain mengejar target penyelesaian, Suhud menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta setiap lokasi proyek dilengkapi pagar pengaman, rambu lalu lintas, serta penerangan yang memadai guna mencegah terjadinya kecelakaan.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengamanan lokasi proyek tidak boleh diabaikan karena menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Suhud juga meminta pemerintah memperhatikan masyarakat yang terdampak langsung akibat aktivitas proyek, termasuk warga maupun pelaku usaha yang mengalami gangguan akses dan kerugian selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau memang ada warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian, perlu dipikirkan bentuk kompensasi atau solusi yang adil agar masyarakat tetap merasa diperhatikan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Suhud berharap dilakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan jaringan air bersih dapat selesai sesuai target tanpa mengorbankan keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.
“Kita ingin proyek ini berhasil, layanan air bersih meningkat, tetapi warga juga tetap aman, nyaman, dan tidak merasa ditinggalkan selama proses pembangunan berlangsung,” tandasnya.












