Suhud Alynudin Dorong BUMD Ikut Biayai Pembinaan Atlet DKI Jelang PON 2028

Tajuk.co, JAKARTA — Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ikut berperan dalam mendukung pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Hal itu disampaikan Suhud usai menerima audiensi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Suhud, pembinaan atlet membutuhkan dukungan pendanaan yang berkelanjutan sehingga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2027. Karena itu, diperlukan terobosan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMD.

“Perlu terobosan dan kerja sama. Selain mempersiapkan anggaran di APBD DKI Jakarta Tahun 2027, kita juga membuka opsi melakukan kolaborasi dengan BUMD di DKI Jakarta,” ujar Suhud.

Politikus PKS tersebut menilai Jakarta memiliki sekitar 20 BUMD yang dapat dilibatkan untuk memperkuat pembinaan atlet. Menurutnya, sinergi tersebut bisa menjadi solusi dalam memenuhi berbagai kebutuhan atlet selama menjalani program persiapan menuju PON 2028.

“Kolaborasi itulah yang bisa membantu memecahkan persoalan tersebut,” katanya.

Suhud menjelaskan, dukungan dari BUMD tidak hanya dapat diwujudkan dalam bentuk pendanaan, tetapi juga fasilitas, program pembinaan, hingga kebutuhan lain yang menunjang peningkatan prestasi atlet.

Ia meyakini pembinaan yang didukung pendanaan memadai akan membuat atlet lebih fokus menjalani latihan sehingga target prestasi DKI Jakarta pada PON 2028 dapat tercapai.

“Pendanaan yang mencukupi akan membuat persiapan atlet dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi DKI Jakarta Hidayat Humaid menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama tidak hanya dapat dilakukan dengan BUMD, tetapi juga melibatkan kalangan dunia usaha selama memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Bisa diadakan kolaborasi yang tentunya sama-sama saling menguntungkan, baik bagi dunia usaha maupun KONI. Semua harus win-win solution,” kata Hidayat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di Jakarta sekaligus mendukung kesiapan para atlet menghadapi PON 2028.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *