Rupiah Masih Keok di Rp17.885 per Dolar AS

rupiah dan dolar

Tajuk.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Selasa (23/6/2026). Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga penguatan indeks dolar AS. Kondisi tersebut mendorong investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global masih menjadi faktor utama yang menekan pergerakan rupiah. Selain itu, kenaikan harga energi dan tingginya kebutuhan impor juga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS di dalam negeri.

Dari sisi domestik, pasar juga masih mencermati langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Sejumlah analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan seiring tingginya ketidakpastian global.

Pelemahan kurs rupiah berpotensi memberikan dampak pada berbagai sektor, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas dan daya beli masyarakat apabila tekanan terhadap nilai tukar berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan situasi global dan respons otoritas moneter yang akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *