Tajuk.co, PALU — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6). Hingga Rabu (17/6), tercatat sedikitnya 118 gempa susulan terjadi di kawasan terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan rentetan gempa susulan tersebut terdiri dari gempa yang dirasakan maupun yang tidak dirasakan oleh masyarakat.
“Secara umum itu baik yang dirasakan maupun tidak dirasakan secara total setidaknya sudah ada 118 gempa susulan,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Rabu (17/6).
Gempa utama yang berpusat di darat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer itu juga mengakibatkan korban jiwa. BNPB mencatat satu warga di Kabupaten Sigi meninggal dunia akibat dampak gempa tersebut.
Meski demikian, BNPB memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa berada di daratan. Penjelasan ini disampaikan untuk menanggapi beredarnya sejumlah video di media sosial yang menunjukkan fenomena air laut surut setelah gempa.
“Kita melihat beberapa video amatir yang menyebutkan ada fenomena air surut, kita pastikan itu adalah fenomena pasang surut biasa dan tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi,” ujar Abdul Muhari.
Menurut BNPB, karakteristik gempa susulan yang terus terjadi menunjukkan proses pelepasan energi sisa dari gempa utama. Intensitasnya cenderung semakin melemah sehingga secara umum tidak menimbulkan ancaman yang lebih besar.
Meskipun demikian, masyarakat masih mungkin merasakan getaran dari sejumlah gempa susulan yang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Karena ada peluruhan energi,” tuturnya.
BNPB mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa utama. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan hingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sebagai informasi, gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pagi sekitar pukul 10.27 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan lokasi di sekitar wilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga menjalar ke sejumlah wilayah di Sulawesi Barat. BMKG sebelumnya juga melaporkan terjadinya serangkaian gempa susulan dengan magnitudo bervariasi setelah gempa utama terjadi.












