Tajuk.co, TEL AVIV — Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menolak wacana gencatan senjata dengan Lebanon dan menegaskan bahwa negaranya tidak boleh menghentikan operasi militer sebelum seluruh ancaman keamanan di wilayah perbatasan dinilai benar-benar berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Ben Gvir di tengah meningkatnya tekanan internasional agar kedua pihak kembali menghentikan konflik yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Ben Gvir menyampaikan bahwa Lebanon tidak boleh dipandang sebagai tempat untuk melakukan kompromi yang menurutnya dapat membahayakan keamanan Israel.
“Lebanon bukan arena bermain,” ujar Ben Gvir.
Ia menilai penghentian operasi militer pada saat ini justru dapat memberikan ruang bagi kelompok-kelompok bersenjata untuk kembali memperkuat diri dan melancarkan serangan terhadap Israel.
Pernyataan itu muncul ketika berbagai upaya diplomasi internasional terus dilakukan untuk mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Namun sejumlah pejabat Israel masih menegaskan bahwa operasi militer akan tetap dilakukan selama ancaman terhadap keamanan negara mereka dinilai masih ada.
Pemerintah Israel sebelumnya juga menyatakan bahwa pasukan mereka akan tetap menjalankan operasi keamanan di wilayah Lebanon selatan guna menetralkan ancaman dan menghancurkan infrastruktur kelompok bersenjata yang dianggap membahayakan warga Israel.
Di sisi lain, pemerintah Lebanon dan sejumlah pihak internasional terus menyerukan penghentian konflik guna mencegah bertambahnya korban sipil serta kerusakan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, berbagai upaya mediasi masih berlangsung, namun belum menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima seluruh pihak.












