BPS Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tak Ada Kaitannya dengan Pajak

Tajuk.co, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan urusan perpajakan. BPS juga menjamin seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi dalam proses pendataan. Ia menegaskan data yang dihimpun BPS tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan.

“Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan,” kata Amalia di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Amalia juga mengajak masyarakat yang belum mengikuti pendataan agar segera berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Ia meminta masyarakat turut mengingatkan keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan yang belum didata.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat sangat penting agar BPS memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai berbagai aktivitas ekonomi warga.

Selain pendataan secara langsung oleh petugas, BPS juga menyediakan pilihan pengisian data secara mandiri melalui kuesioner online.

Masyarakat yang ingin mengisi data secara mandiri dapat meminta tautan kuesioner kepada petugas sensus yang melakukan pendataan.

“Kalau memang ingin mengisi secara mandiri, kami juga sudah siapkan kuesioner online dengan link-nya nanti bisa dimintakan kepada para petugas yang datang,” ujar Amalia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPR Ahmad Muzani menerima petugas BPS yang melakukan pendataan Sensus Ekonomi di kediamannya. Dalam proses tersebut, Muzani menjawab sejumlah pertanyaan mengenai jumlah anggota keluarga dan kegiatan usaha yang dijalankan keluarganya.

Muzani berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan mendapat partisipasi luas dari masyarakat. Menurutnya, data yang diperoleh melalui pendataan tersebut penting untuk memberikan gambaran aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih akurat.

BPS berharap masyarakat tidak ragu mengikuti Sensus Ekonomi 2026 agar pendataan yang dilakukan dapat menghasilkan data ekonomi yang akurat dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *