Tajuk.co, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan pembahasan terkait evaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah ditata ulang pemerintah.
Purbaya mengungkapkan pertemuan sebenarnya telah direncanakan sejak pekan lalu. Namun, agenda tersebut tertunda karena Nanik mendapat panggilan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kemarin mau datang (bertemu), tapi enggak jadi karena dipanggil Presiden,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Menurut Purbaya, pertemuan dengan Kepala BGN kemungkinan akan berlangsung pada pekan ini. Meski demikian, ia belum bersedia menjelaskan secara rinci agenda yang akan dibahas.
“Sepertinya (pertemuan dengan Kepala BGN) minggu ini. Belum tentu (membahas soal) efisiensi (anggaran MBG). Dia (Kepala BGN) mau ketemu saja,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengisyaratkan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis berpotensi berkurang dari alokasi saat ini yang mencapai Rp268 triliun. Pengurangan tersebut disebut sebagai hasil dari proses penataan dan evaluasi menyeluruh yang sedang dilakukan pemerintah bersama Kementerian Keuangan dan BGN.
“Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih menghitung ulang kebutuhan anggaran program agar penggunaan dana negara dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa,” lanjutnya.
Prasetyo juga memastikan seluruh komponen pembiayaan dalam program MBG akan dievaluasi, termasuk insentif operasional dapur MBG yang belakangan menjadi sorotan publik.
Saat ditanya apakah evaluasi mencakup insentif dapur MBG yang disebut mencapai Rp6 juta per hari, Prasetyo menjawab singkat, “Semua.”
Pemerintah menargetkan proses penataan Program Makan Bergizi Gratis dapat rampung dalam waktu satu bulan. Meski demikian, Prasetyo mengakui pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan dinamika di lapangan.
“Kita target awal satu bulan ini harus sudah selesai, tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya,” ujarnya.
Ia menegaskan proses evaluasi tidak boleh mengganggu layanan MBG yang telah berjalan. Pemerintah juga akan terus memperkuat pengawasan terhadap dapur-dapur MBG guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
“Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan,” tegas Prasetyo.












