Kadishub Jakarta Resmikan Shelter Ojol di Terminal Terpadu Pulo Gebang

Bagian Peningkatan Fasilitas Layanan

Kadishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin (koas hitam) bersama pengemudi Ojol usai meresmikan Shelter Ojol di Terminal Terpadu Pulo Gebang. Foto: BJ

Tajuk.co JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin meresmikan shelter khusus pengemudi ojek online (Ojol) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

Peresmian disertai penyerahan paket Sembako, tumbler, gelas mug, serta makanan dan minuman siap saji kepada 30 pengemudi ojol yang biasa beroperasi di kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengapresiasi langkah pengelola terminal yang menyediakan fasilitas khusus bagi pengemudi Ojol.

Menurutnya, keberadaan shelter ojol menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menciptakan kawasan terminal yang lebih tertata.

“Selama ini para pengemudi Ojol menunggu penumpang di pinggir jalan depan terminal. Kini mereka memiliki tempat khusus yang lebih nyaman sehingga tidak lagi menggunakan area jalan yang melanggar aturan,” ujar dia Jumat (3/7/2026).

Budi menjelaskan, shelter Ojol dilengkapi dengan meja, kursi, tempat pengisian daya telepon seluler, serta dispenser air minum. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi terminal lain di Jakarta dalam menata area tunggu pengemudi transportasi daring.

“Upaya ini sekaligus mengurangi parkir di trotoar maupun bahu jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto menjelaskan, penyediaan shelter Ojol dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di terminal. Sebab, selama ini pengemudi ojol menunggu di sekitar akses masuk terminal hingga menimbulkan kesan semrawut.

“Shelter ini dapat menampung sekitar 30 pengemudi beserta sepeda motornya dan beroperasi selama 24 jam karena layanan Ojol di terminal juga berlangsung sepanjang hari,” ungkapnya.

Cristianto memaparkan, selain menyediakan tempat istirahat, pihaknya juga memberikan kemudahan berupa akses keluar masuk terminal tanpa dikenakan biaya parkir bagi para pengemudi Ojol.

Sementara itu, salah seorang pengemudi Ojol, Leni (45) menyambut baik kehadiran shelter Ojol tersebut karena selama bertahun-tahun ia bersama rekan-rekannya harus menunggu penumpang di pinggir jalan atau di sekitar gerbang Tol Pulo Gebang tanpa tempat berteduh.

“Selama ini kami sering kepanasan dan kehujanan karena tidak ada tempat berteduh. Alhamdulillah, sekarang sudah ada tempat untuk memudahkan pekerjaan dan beristirahat. Kami sangat berterima kasih,” imbuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *