Tajuk.co JAKARTA — Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menegaskan dukungannya terhadap pembangunan jaringan air bersih di Jakarta. Namun, pelaksanaan proyek harus dilakukan dengan lebih tertib, cepat, dan memperhatikan keselamatan serta kenyamanan warga yang terdampak.
Menurut Suhud, berbagai keluhan masyarakat perlu menjadi perhatian serius. Warga mengeluhkan kemacetan, kebisingan, penyempitan badan jalan, hingga sejumlah insiden kecelakaan yang diduga berkaitan dengan proyek galian di beberapa ruas jalan seperti Jalan Raya Condet, Jalan Raya Tengah, Jalan H. Ali, Jalan Komseko, hingga kawasan Pasar Rebo, dan Jalan Raya Bogor.
“Pembangunan air bersih tentu kita dukung karena manfaatnya besar untuk masyarakat. Tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak di lapangan agar warga tidak terus-menerus dirugikan,” ujar Suhud dalam pernyataan persnya, Kamis (2/7/2026).
Suhud menilai, pemerintah dan pelaksana proyek perlu memberikan kepastian waktu penyelesaian pekerjaan. Sebab proyek yang berlangsung terlalu lama akan menambah beban masyarakat, terutama pengguna jalan dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Harus ada kejelasan target penyelesaian dan pekerjaan dipercepat semaksimal mungkin. Jangan sampai proyek berkepanjangan dan menimbulkan keluhan yang terus berulang,” katanya.
Selain itu, Suhud menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Ia meminta seluruh area proyek dipasang pengaman, rambu, dan penerangan yang memadai agar tidak membahayakan masyarakat.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengamanan lokasi proyek tidak boleh diabaikan karena menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan,” tegas Suhud.
Ia juga meminta adanya perhatian khusus bagi warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian akibat aktivitas proyek, termasuk gangguan usaha maupun akses lingkungan.
“Kalau memang ada warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian, perlu dipikirkan bentuk kompensasi atau solusi yang adil agar masyarakat tetap merasa diperhatikan,” tambahnya.
Suhud berharap seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan air bersih tetap berjalan, tetapi tidak mengorbankan keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat.
“Kita ingin proyek ini berhasil, layanan air bersih meningkat, tetapi warga juga tetap aman, nyaman, dan tidak merasa ditinggalkan selama proses pembangunan berlangsung,” pungkas Suhud.












