Gubernur DKI Jakarta dan Jaksa Agung Resmikan Gedung Kantor Kejari Jakut

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin dan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya meresmikan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6). Foto: BJ

Tajuk.co JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya meresmikan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6).

Peresmian gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ini menunjukan adanya sinergi dan kolaborasi yang baik Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta.Karena kantor Kejari Jakut tersebut dibangun dari dana hibah Provinsi DKI Jakarta kepada Kejaksaan DKI Tinggi Jakarta.

“Kantor ini menunjukkan kolaborasi yang baik Forkopimda DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan tersebut i, Pramono menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang baik dengan Jaksa Agung dan jajaran Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Menurutnya, dengan kolaborasi dan dukungan yang terjalin, banyak program Pemprov DKI yang terlaksana dengan baik.

Ia kemudian mencontohkan pengerjaan pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan sepnjang 3,8 kilometer berhasil terselesaikan dengan kolaborasi itu.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan melakukan groundbreaking proyek pembangunan RS Sumber Waras menjadi rumah sakit internasional dalam waktu dekat.

“Rumah sakit ini terkatung-katung karena tidak bisa terselesaikan mulai dari era gubernur-gubernur yang sebelumnya, sudah 14 tahun,” katanya.

Proyek strategis lainnya yang akan segera dikerjakan adalah melanjutkan pembangunan LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas, setelah LRT rute Velodrome-Manggarai diresmikan pada Agustus mendatang.

Pramono meyakini, pembangunan infrastruktur ini akan semakin meningkatkan konektivitas transportasi di Jakarta.

“Maka secara khusus, Bapak Jaksa Agung saya ingin menyampaikan terima kasih karena koordinasi, kerja sama yang baik dengan jajaran Bapak yang selama ini dulu tidak tersentuh, tidak terselesaikan, akhirnya terselesaikan dengan baik,” ucap Pramono.

Sementara Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Menurutnya, sinergi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya penegakan hukum.

“Saya juga selalu sampaikan kepada teman-teman para penggiat antikorupsi, ini adalah bentuk penghormatan, ini adalah bentuk kerja sama antarpemerintah daerah dalam rangka mendukung penegakan hukum juga,” tuturnya.

Burhanuddin pun menyampaikan kesiapan jajarannya untuk memberikan pendampingan, khususnya di bidang perdata dan tata usaha negara, kepada Pemprov DKI dalam menjalankan berbagai program-programnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan jajarannya agar tetap bekerja secara profesional, transparan, dan konsisten dalam menangani berbagai persoalan hukum yang kompleks di Jakarta.

“Saya minta setiap jaksa dan pegawai Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk senantiasa bekerja dengan integritas yang kokoh. Jangan nanti udah gedungnya bagus, tapi kinerjanya malah memble,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya menyampaikan, pembangunan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ini merupakan wujud sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Dengan adanya gedung baru ini, Kejaksaan Republik Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sarana penegakan hukum, serta mewujudkan lingkungan kerja yang aman, modern, dan representatif.

“Kami laporkan bahwa pembangunan gedung baru telah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan,” ujar Patris.

Pembangunan gedung kantor ini dilakukan dengan menggunakan hibah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp100 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025.

Untuk mendukung terwujudnya lingkungan perkantoran yang representatif dan modern, juga dialokasikan anggaran sebesar Rp57 miliar yang bersumber dari Koefisien Lantai Bangunan atau KLB untuk pekerjaan penataan kawasan dan interior.

“Kami sampaikan juga ucapan terima kasih dan penghargaan atas perhatian, dukungan, dan komitmen yang diberikan terhadap pembangunan gedung kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *